BerandaBlogBeritaAgriVita, Bunker Penyimpanan Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Sumenep
AgriVita, Bunker Penyimpanan Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Sumenep
Berita
Bunker
Penyimpanan
Cerdas
Ahda Firly Barori
Ahda Firly Barori
CEO & Founder SYNVORA
25 September 2026 7 menit baca - dilihat

AgriVita, Bunker Penyimpanan Cerdas Berbasis IoT untuk Petani Sumenep

SYNVORA memperkenalkan AgriVita: sistem penyimpanan hasil panen cerdas berbasis IoT dan energi surya yang mengubah gudang pasif menjadi bunker terpantau sensor, dengan ventilasi otomatis dan peringatan dini kondisi penyimpanan. Purwarupanya, AgriBunker, sudah diterapkan langsung di lapangan sejak 24 Februari 2025 oleh tim Innovillage Uniba Madura.

Petani sudah bekerja keras di sawah dan ladang, jangan sampai hasilnya rusak begitu saja di gudang. AgriVita kami bangun supaya ruang simpan ikut bekerja, memantau kondisinya sendiri, tanpa harus bergantung pengecekan manual setiap hari.

Kenalkan AgriVita: Bunker Penyimpanan Cerdas

SUMENEP, 25/09/2026 - Melengkapi AIRA yang fokus pada peringatan dini banjir, SYNVORA sekaligus memperkenalkan inovasi kelima: AgriVita, sistem penyimpanan hasil panen cerdas berbasis IoT dan energi surya. Konsep ini dirintis bersama petani di Lenteng Timur, Sumenep, wilayah seluas kurang lebih 405 hektare dengan sekitar 7.315 jiwa penduduk yang mayoritas bekerja sebagai petani.

AgriVita mengubah gudang penyimpanan yang tadinya pasif menjadi bunker cerdas: dipantau sensor, dikendalikan otomatis, ditenagai panel surya, dan tercatat di cloud, semuanya untuk menekan kehilangan hasil panen setelah dipanen (pascapanen).

Kunjungi AgriVita Sekarang

Kenapa Ruang Simpan Hasil Panen Perlu Dipantau?

Selama ini, gudang atau bunker penyimpanan hasil panen umumnya bersifat pasif: diperiksa sesekali secara manual, tanpa data yang kontinu dan terukur. Padahal ada banyak faktor yang bisa merusak komoditas selama masa simpan, dan sering kali baru diketahui setelah kerusakan terlihat kasat mata.

Enam masalah utama ruang simpan pasif:

  • Kelembapan tinggi yang meningkatkan risiko jamur dan penurunan mutu komoditas.
  • Suhu tak terkendali yang mempercepat kerusakan pada komoditas tertentu.
  • Sirkulasi udara buruk sehingga mikroklimat ruang simpan tidak merata.
  • Hama yang bisa masuk dan merusak hasil panen tanpa terdeteksi lebih awal.
  • Pemeriksaan manual yang tidak memberikan data kontinu dan terukur.
  • Tidak adanya histori terstruktur, sehingga evaluasi penyimpanan sulit dilakukan secara objektif.
Jagung dengan kualitas buruk akibat penyimpanan yang tidak terpantau
Penyimpanan jagung tradisional dengan kipas manual dan tanpa pemantauan

Kondisi nyata di lapangan: jagung yang rusak mutu dan cara penyimpanan tradisional yang masih mengandalkan kipas manual tanpa data.

Panel surya yang menenagai bunker penyimpanan AgriVita

Energi surya menjaga bunker tetap beroperasi meski jauh dari jaringan listrik yang stabil.

Bagaimana AgriVita Bekerja?

AgriVita dibangun di atas arsitektur 5 lapisan, dari fisik bunker sampai keputusan manusia di lapangan:

  1. 1

    Physical: Bunker, Rak, Ventilasi

    Tempat penyimpanan fisik lengkap dengan pintu dan jalur ventilasi yang bisa dikendalikan otomatis.

  2. 2

    Sensing: Membaca Kondisi

    Sensor DHT22 (suhu & kelembapan), MQ-135 (indikasi kualitas udara), dan HC-SR04 (estimasi level isi bunker) membaca kondisi secara periodik.

  3. 3

    Edge / Control: Pemrosesan Lokal

    Raspberry Pi dan ESP32 memvalidasi data, memberi timestamp, mengirim ke server, sekaligus menjalankan rule engine dan mengaktifkan relay bila kondisi membutuhkan tindakan.

  4. 4

    Cloud / Application: Data dan Dashboard

    Data, histori, alarm, dan dashboard web maupun mobile yang bisa diakses kapan saja.

  5. Human / Operational: Pengambilan Keputusan

    Petani, operator bunker, dan teknisi mengambil keputusan dan melakukan inspeksi berdasarkan data yang sudah tersaji.

AgriBunker: Purwarupa yang Sudah Diuji Coba di Lapangan

AgriVita bukan sekadar konsep di atas kertas. Purwarupa fisiknya, diberi nama AgriBunker, sudah pernah diterapkan langsung di lapangan pada 24 Februari 2025 oleh tim Innovillage dari Universitas Bahaudin Mudhary Madura (Uniba Madura). Unit penyimpanan diserahterimakan dan diperkenalkan langsung kepada warga serta perangkat desa setempat, sebagai langkah awal sebelum sistem sensor IoT dan dashboard AgriVita dikembangkan lebih lanjut di atasnya.

Serah terima purwarupa AgriBunker oleh tim Innovillage Uniba Madura kepada warga dan perangkat desa, 24 Februari 2025

Serah terima purwarupa AgriBunker bersama warga dan perangkat desa, 24 Februari 2025.

Fitur-Fitur Utama AgriVita

Monitoring Real-Time

Suhu, kelembapan, kualitas udara, dan level isi bunker tampil langsung di dashboard web & mobile.

Peringatan Dini Bertingkat

Alarm Info, Warning, dan Critical dengan debounce agar operator tidak dibanjiri notifikasi.

Ventilasi Otomatis

Rule engine menyalakan kipas saat kondisi melewati batas, atau dikendalikan manual sesuai hak akses.

Histori & Analitik

Data time-series untuk melihat pola harian, frekuensi alarm, dan evaluasi kualitas penyimpanan.

Energi Surya

Panel surya dan baterai menjaga sistem tetap hidup, lengkap dengan pemantauan status energi.

Offline-First

Saat internet terputus, edge tetap membaca sensor dan menjalankan rule lokal, lalu sinkron saat koneksi pulih.

Lima Tingkat Kecerdasan Sistem

AgriVita dirancang berkembang bertahap, dari sekadar menampilkan data hingga memprediksi risiko:

LevelNamaDeskripsi
1MonitoringMembaca dan menampilkan data sensor.
2AlertMendeteksi kondisi yang melewati threshold.
3AutomationMengaktifkan perangkat berdasarkan rule yang sudah ditentukan.
4AnalyticsMenganalisis histori dan pola dari waktu ke waktu.
5PredictiveMemprediksi risiko kondisi tertentu sebelum benar-benar terjadi.

Matriks Strategi 3x3: Manfaat bagi Setiap Model Pengelolaan

AgriVita dirancang fleksibel untuk berbagai model pengelolaan bunker, dari kelompok tani hingga koperasi, dengan manfaat yang berbeda pada tiap tahap penyimpanan:

Model PengelolaanSebelum PanenSelama PenyimpananSetelah Panen Keluar
Kelompok TaniMenyiapkan bunker bersama dan menjadwalkan siapa yang bertugas memantau dashboard.Anggota kelompok memantau kondisi bunker bersama, alarm terbagi rata ke semua pihak terkait.Histori penyimpanan jadi bahan evaluasi bersama untuk musim panen berikutnya.
Desa / KoperasiDesa atau koperasi memfasilitasi infrastruktur bunker dan operasionalnya bagi anggota.Operator bunker mengelola penyimpanan, alarm, dan aktivitas harian dari satu dashboard.Pengelola desa atau institusi melihat kondisi agregat dan menyusun laporan operasional.
Kemitraan / Service ModelInstitusi atau mitra swasta mendukung penyediaan perangkat IoT dan operasional awal.Teknisi melakukan maintenance sensor, aktuator, jaringan, dan energi sesuai kebutuhan.IoT dan dashboard dikelola sebagai layanan berkelanjutan, bukan proyek sekali pasang.

Tim di Balik AgriVita

AgriVita dikembangkan oleh Ilham Maulana, Danur Wenda, dan Ahda Firly Barori, dari tim SYNVORA.

Ahda Firly Barori
Ahda Firly Barori
CEO & Founder
Danur Wenda
Danur Wenda
Tim SYNVORA
Ilham Maulana
Ilham Maulana
Tim SYNVORA

Langkah Selanjutnya

AgriVita akan terus dikembangkan bertahap, mulai dari memperluas jumlah bunker yang terhubung, menyempurnakan rule engine ventilasi, hingga membangun kemampuan prediktif begitu data historis sudah cukup memadai. Bersama AIRA, AgriVita menjadi bukti lain bahwa SYNVORA membangun teknologi yang benar-benar dipakai untuk kebutuhan nyata masyarakat Sumenep, kali ini untuk menjaga hasil panen para petani. Ikuti terus perjalanan SYNVORA membangun inovasi-inovasi berikutnya!

Kunjungi AgriVita
KONSULTASI GRATIS

Diskusikan Kebutuhan Teknologi Anda

Temukan solusi terbaik bersama tim ahli SYNVORA.

Konsultasi Sekarang

"Teknologi yang tepat bukan hanya menyelesaikan masalah saat ini, tetapi juga membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik."

SYNVORA TEKNOLOGI INDONESIA

Komentar

Memuat komentar...

Apa pendapatmu?
Yuk tulis komentar, pendapatmu bisa bantu pembaca lain juga!